Rayah Raksasa berkibar di Bukit Tranggulasih
Dakwah Banyumas. Bukit Tranggulasih yang terkenal sebagai bukit Cinta, Ahad pagi, 5 Maret 2017  telah terjadi fenomena yang tidak biasa. Puluhan bendera berwarna hitam, bertuliskan lafadz Tauhid, “Laa ilaaha illallaah” yang dipanggul oleh puluhan orang dari berbagai kalangan, baik tua, muda maupun anak-anak seakan memudarkan nuansa magis-erotis dan merubahnya menjadi suasana syahdu yang kental dengan ruh keimanan dan perjuangan. Medan yang terjal dan pagi yang dingin, tidak menyurutkan sedikitpun langkah mereka dari haluan demi Syi’ar Panji Rasulullah yang akan membawa perubahan “Minadz dzulumaati ila annuur” seperti cerahnya sunrise di puncak bukit Tranggulasih.

Kegiatan ini merupakan salah satu acara dari serangkaian acara yang digelar oleh DPD II Hizbut Tahrir Banyumas dalam rangka Sosialisasi Panji Rasululloh yang di awali dengan forum diskusi “Jagongan Dakwah”, lalu dilanjutkan dengan Sholat Tahajjud bersama, dan diakhiri dengan “Tadabbur Alam” ke bukit Tranggulasih.

Efek dari acara ini sangat baik dari para pengunjung. Tampak puluhan pasangan muda-mudi yang semalam telah bermalam, maupun yang datang dini hari segera mengambil gambar dan video. Beberapa tampak heran, dan sebagiannya lagi, misalnya rombongan mahasiswi STAIN bertanya asal-usul kafilah ini. Salah satu panitia, Ustadz Rio Taslim menjawab, “Kami dari kampus Hizbut Tahrir Indonesia. Silahkan membuka website dan ketik Panji Rasulullah, anda akan mendapat keterangan yang  lengkap atau silahkan untuk mengunjungi kantor kami di Pabuaran,” ujarnya.

Salah satu peserta dari kalangan pengusaha, H. Edi menyampaikan bahwa acara seperti ini sangatlah bagus, dan beliau berharap acara seperti ini sering-sering diadakan diberbagai tempat. Tampak pula salah satu peserta sepuh dari kalangan ulama, Kyai Anshor dari Kemutug Lor terlihat sangat antusia, bahkan terlihat paling semangat diantara peserta lain yang masih muda yang terseok-seok menunjukkan efek ruhiyah yang besar dari acara ini, terutama bagi orang-orang yang mau jujur merasakannya.

Medan yang cukup ekstrim dan dengan bekal baterry yang hanya satu adalah sebuah kesulitan tersendiri”, kata Nur Rohman awak UAV yang bertugas mengambil gambar aerial. Ini adalah terbang pertama dibukit dan melakukan beberapa manouver yang diminta panitia. Namun demikian, hal tersebut tidak menghalanginya untuk menghasilkan gambar-gambar udara yang dramatis.

Al Liwaa dan Ar-Raayah, adalah bendera umat Islam dan kita disatukan di bawah panji tersebut hari ini dan di akherat kelak”, kata Ust. Dash Shameel. “Oleh karenanya masyarakat sangat perlu familiar dengan panji ini  sehingga tidak mudah dipecah-belah dengan sentimen ashobiyyah, dan untuk itulah rangkaian acara ini dibuat”, lanjutnya. (dash/Abad Khilafah) Road to Masyiroh.

Teroris Budha di Myanmar Umumkan Operasi Pembersihan Terhadap Kaum Muslim
Penasihat keamanan nasional di Myanmar, Thaung Tun, pada 15/02/2017, mengumumkan penghentian operasi militer terhadap Muslim di wilayah Islam Rakhine (Rakan), yang didominasi teroris Budha Myanmar selama empat bulan, dan dengan bangga mengakuti bahwa tentara telah melakukan kejahatan terhadap kaum Muslim dengan dalih operasi pembersihan. Dia mengatakan: “Situasi di bagian utara Rakhine sudah stabil saat ini, sehingga operasi pembersihan yang dilakukan oleh tentara sudah dihentikan.

PBB menyebut apa yang terjadi di sana sebagai tindakan-tindakan “yang masuk dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pembersihan etnis.” PBB menyatakan bahwa “sekitar 69 ribu kaum Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh”, yaitu sejak bulan Oktober 2016, di mana tentara teroris Budha mulai serangannya terhadap kaum Muslim.

Perlu diketahui bahwa serangan terhadap kaum Muslim dan genosida kaum Muslim di Myanmar telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan itu benar-benar diintensifkan dalam beberapa tahun terakhir, dalam upaya untuk mengusir kaum Muslim yang dianggapnya sebagai warga asing. Padahal semua tahu bahwa mereka adalah orang-orang pribumi (warga asli) yang telah meninggalkan kehidupan jahiliyah Budha, dan masuk dalam Islam sejak zaman Abbasiyah Khalifah Harun al-Rasyid, dan mereka hidup dalam keselamatan dan keamanan selama periode Khilafah, hingga datangnya Inggris dan menjajah negeri dan memperkuat teroris Budha untuk melawan kaum Muslim. Sementara para penguasa kaum Muslim saat ini, tidak peduli sama sekali atas apa yang terjadi dengan kaum Muslim di sana, di mana mereka tidak memprotes dan tidak memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan rezim kriminal ini. Untuk wajib memutus kekuasaan mereka dan mengembalikan Khilafah Rasyidah yang akan melindungi kaum Muslim dari orang-orang kafir yang membencinya (kantor berita HT, 20/2/2017).

Dunia Menutup Mata Terhadap Kelaparan Anak-anak di Yaman
Pada hari Rabu tanggal 8 Februari, PBB mengumumkan bahwa dibutuhkan $ 2.1 milyar untuk mencegah kelaparan di Yaman yang diakibatkan oleh 2 tahun perang saudara. Pengumunan tersebut menyatakan bahwa 12 juta orang di negara yang dilanda perang itu berada di ambang kelaparan dan situasi memburuk dengan cepat karena runtuhnya perekonomian dan lembaga-lembaga negara dan hancurnya infrastruktur sebagai akibat dari konflik tersebut. Koordinator bantuan darurat PBB, Stephen O-Brien pada konferensi pers itu menyatakan, “Jika tidak dilakukan tindakan segera, meskipun upaya kemanusiaan sedang berlangsung, kelaparan mungkin nyata terjadi pada tahun 2017.” Dia menambahkan, “7,3 juta orang tidak tahu apakah mereka nanti akan makan. ”

Menurut PBB, hampir 3,3 juta orang di Yaman, termasuk 2,1 juta anak-anak telah menderita kekurangan gizi akut dan 500.000 anak sedang menderita kekurangan gizi akut. Ada peningkatan sebesar 63% atas anak yang menderita gizi buruk dalam satu tahun dan anak di bawah 5 tahun mati setiap 10 menit di dalam negeri karena penyebab-penyebab yang dapat dicegah.

Gambar dari anak-anak yang kurus dan bayi-bayi Yaman, yang hanya dibalut tulang belulang yang menonjol di kulit mereka karena kelaparan, telah membanjiri media selama beberapa hari terakhir. Namun, meskipun terdapat fakta bahwa ada jutaan anak-anak di seluruh negeri yang menderita nasib yang sama seperti yang ada di gambar tersebut, hal itu tidak cukup untuk menggoyahkan hati nurani pemerintah kolonial Inggris dan Amerika Serikat atau rezim-rezim budak mereka dan kelompok-kelompok di negeri-negeri Muslim, untuk menghentikan latihan perang permainan politik mereka di Yaman yang didorong oleh kepentingan. Memang, pemerintah-pemerintah itu tidak lagi memiliki rasa kemanusiaan karena nilai-nilai kapitalis yang tidak tahu malu, sehingga tidak ragu-ragu untuk melanjutkan perang brutal ini sehingga menjadikan anak-anak Yaman jatuh ke dalam krisis kemanusiaan buatan manusia dengan proporsi yang mengkhawatirkan –  yang semuanya dilakukan atas nama memerangi musuh politik untuk melakukan kontrol atas negara. Bagi mereka kematian ribuan anak-anak yang tidak bersalah adalah kerusakan yang dapat diterima untuk mengamankan kepentingan politik dan ekonomi mereka. Memang, anak-anak Yaman telah menjadi pakan ternak politik untuk memberi makan selera kekuasaan yang serakah dari pemerintah kapitalis yang tak pernah terpuaskan itu dari negara yang pernuh sumber daya alam itu.

Bahkan sebelum perang, negara Yaman yang miskin sudah mengimpor 90% dari produk makanannya dari luar negeri. Namun, impor itu terhenti karena konflik dan embargo oleh angkatan laut koalisi pimpinan Saudi, sehingga mengakibatkan jutaan Muslim dan anak-anak mereka di ambang kelaparan. Selanjutnya, menurut PBB, 19,4 juta warga Yaman tidak memiliki akses untuk mendapatkan air bersih atau sanitasi, sehingga menjadikan lingkungan mereka menjadi tempat tersebarnya berbagai penyakit menular, dimana anak-anak biasanya menjadi korban yang utama.

Lebih lanjut, di Inggris, meskipun terdapat seruan dari kelompok-kelompok HAM kepada pemerintah Inggris untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi yang telah terbukti secara langsung digunakan dalam serangan ke Yaman, pemerintah Inggris telah menolaknya. Memang, sejak awal perang, pemerintah Inggris telah memberikan izin menjual senjata senilai £ 3,3 miliar kepada rezim Saudi, dengan mengabaikan fakta bahwa koalisi pimpinan Saudi telah membom sekolah-sekolah dan rumah sakit-rumah sakit selama perang yang didukung Barat itu. Mereka jelas tidak peduli dengan uang dari hasil pembunuhan terhadap penduduk yang tidak berdosa untuk mengisi pundi-pundi negara dan rekening bank dari industri senjata.

Sementara itu, rezim Saudi yang berbahaya, bersama dengan semua pemerintah di dunia Muslim yang merupakan bagian dari koalisi pimpinan Saudi rela membantai atau membuat kelaparan anak-anak Muslim Yaman, dalam perang proxy dimana mereka merendahkan diri dengan berperang atas nama Inggris atau tuan mereka Amerika Serikat. Memang, semua pihak dalam perang yang memalukan ini saling menyalahkan atas bencana kemanusiaan yang menimpa anak-anak Yaman. Mereka telah menjual jiwa mereka kepada para pendukung mereka di Barat dan menumpahkan darah suci dari ribuan kaum Muslim – dimana nyawa masing-masing mereka digambarkan oleh Nabi Muhammad (saw) sebagai lebih suci daripada Ka’bah dan sekitarnya.

Sebagai umat Rasulillah (saw) yang Allah (swt) gambarkan sebagai umat yang terbaik di bumi ini, kita pasti harus bertanya kepada diri sendiri, bagaimana kita bisa mencapai titik yang demikian rendah dalam keberadaan kita dimana kaum Muslim dibiarkan kelaparan dan membantai anak-anak Muslim lainnya hanya untuk menyenangkan musuh-musuh Islam? Sesungguhnya Allah (swt) akan bertanya kepada kita semua tentang apa yang telah kita saksikan dan bagaimana kita merespons musibah ini. Ini adalah bencana buatan manusia dan perang antara kaum Muslim adalah akibat langsung dari dunia yang telah selama 9 dekade kehilangan rahmat dan keadilan yang datang dengan adanya aturan Islam di bawah sistem Allah, yakni Khilafah yang berdasarkan metode kenabian. Negara ini akan menyingkirkan para penguasa Muslim tercela yang telah menjadikan hati saudara Muslim terhadap saudara Muslim yang lain mencapai tujuan nasionalistik atau sektarian yang dangkal, dan hal itu akan menyatukan orang-orang beriman sebagai satu tangan untuk melawan musuh-musuh Deen Islam, memobilisasi tentaranya untuk melindungi darah umat dan kehidupan anak-anaknya. Di bawah kekuasaannya, anak-anak ummat ini akan menikmati kehidupan yang penuh dengan keamanan, kemakmuran dan perlindungan, sebagimana yang pernah dialami oleh anak-anak Yaman dan negeri-negeri Muslim yang lain saat di bawah kekuasaan Khilafah di masa lalu.
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. “[QS Al-Nur: 55]
Ditulis untuk Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
oleh Dr Nazreen Nawaz
Direktur Muslimah di Kantor Pusat Media Hizbut Tahrir

Puasa Gadget Yuk !
Pada pagi yang cerah, saya tengah khidmat mengerjakan PR yang belum sempat dikelarin kemarin malam. Menit demi menit berlalu, namun tiba-tiba..

Beep.. beep!.. Beep.. beep!

Wah ada SMS masuk. Akhirnya saya meraih Smartphone dari atas meja dan membalas SMS masuk tersebut. Hemm… sekitar 5 menit saya pun kembali ke pekerjaan semula, melanjutkan PR. Eh, sampai mana tadi ya? Butuh waktu beberapa menit untuk kembali mengingat dan berkonsentrasi. Waktu pun berlalu. Lagi-lagi terdengar bunyi biiip biipp. Huff, apa lagi sih? Oh, ada twit baru. Bukan sekedar ngebuka, akhirnya saya pun tergoda buka timeline, ngoprak-ngoprek isinya. Ketawa baca twit lucu, emosi dengan info-info kriminal dan perasaan lainnya ikut terkocok. Selain twitter, saya pun ngebuka Facebook, ngecek WhatsUp, seru-seruan ngeblog. So, apa yang terjadi selanjutnya? Akhirnya PR yang tadinya mau dikerjain malah gagal selesai, total. Kebanyakan diinterupsi oleh social media. Ternyata gadget bukan Cuma menawarkan fitur-fitur keren, melainkan bisa jadi jebakan bagi yang tak tahan godaan.

Puasa Gadget Yuk !
Gadget didefinisikan sebagai suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Gadget dianggap dirancang secara berbeda dan lebih canggih dibandingkan teknologi normal yang ada pada saat penciptaannya (Wilkipedia). Misalnya Handphone sekarang bukan Cuma dipakai buat SMS or nelpon doang melainkan bisa liat youtube, chat atau surfing sepuasnya. Pada dasarnya, keberadaan gadget telah membantu memudahkan kita dalam menjalani tugas. Entah itu tugas kuliah, hubungi teman, main game bahkan bayar tagihan telepon cukup dengan satu alat. Nah, karena serunya alat ini, gadget bisa bikin kita lupa diri juga loh. Misal ; tadinya asyik ngerjain tugas malah nge-gadget. Atau kita tersibukkan untuk pajang foto ‘selfie’, upload sana-sini. Lupa, bahwa kita ini muslimah yang harus dijaga kehormatannya. Pajang foto sebagai profil diri sah-sah aja, tapi kalau sampai narsis dan nagih, itu sudah lain ceritanya. Sesuatu yang berlebihan itu pasti ujung-ujungnya bawa keburukan. Iya kan, sist?

Ternyata oh Ternyata
Mengejutkan! Aktivitas yang terganggu oleh gadget ternyata punya dampak yang ngga maen-maen. Setiap org yang pekerjaannya sering terinterupsi, dikatakan mengalami penurunan tingkat IQ hingga 10 poin. Dan jangka panjangnya, bisa berdampak pada kesehatan yg bersumber dari stres akibat information overloaD. Puasa gadget akan membuat kita lebih fokus, menikmati pekerjaan dan tentu lebih fresh. Jangan sia-siakan waktumu gara-gara pekerjaan yang terlalaikan akibat penggunaan gadget yang kurang bijaksana. Mumpung masih sehat, masih muda dan masih punya ini-itu, maka pergunakanlah sebaik-baiknya ya. Rasulullah SAW bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits shahih). Selamat puasa gadget ya, semoga waktu hidup yang tersisa ini penuh keberkahan!

Tips Puasa Gadget
Berikut ini beberapa jalan supaya puasa gadget terasa menyenangkan!
  • Ketika sedang bekerja (terutama pekerjaan yang memerlukan konsentrasi), maka matikan gadget atau jauhkan dari jangkauan sehingga tidak kedengeran sama sekali
  • Buang fitur atau aplikasi senada dari gadget. Misalnya: udah punya BBM dan WhatsUp, maka ngga perlu heboh download aplikasi sejenis semisal Line, KakaoTalk, WeChat dan lainnya
  • Nonaktifikan sinkronasi, supaya kalau ada hal-hal baru, pekerjaan kita tidak terinterupsi. Aktifkan kembali setelah kita selesai mengerjakan tugas.
  • Pilih teman-teman yang selalu memotivasi untuk lebih baik dan mengingatkan jika tersalah
  • Puasa gadget bukan berarti ngga pake sama sekali loh. Melainkan mengelola dan mengatur penggunaan gadget secara bijaksana. Inga… inga… ting!! [Alga Biru]

Agar Bunga Dakwah Tetap Segar
Dakwah Banyumas. Kemauan yang kuat udah tentu nggak datang dengan sendirinya. Tapi dibangun dari sebuah pemahaman yang menyulap keraguan kita menjadi kebulatan tekad. Semangat kita jadi nggak setengah-setengah, tapi basah kuyup sekalian. Untuk melahirkan kemauan yang keras, mau nggak mau kita mesti bergerak. Karena berdiam diri hanya akan membekukan hati dan memasung langkah kita. Dan bunga dakwah bisa layu sebelum berkembang.

Agar bunga dakwah tetap mekar dan menebar kebaikan, berikut tipsnya: Pertama, banyak berpikir. Para sahabat, generasi awal kaum Muslimin yang berhasil dididik Rasulullah saw. mengaitkan aktivitas berpikir dengan keimanan. Mereka menjelaskan bahwa, “Cahaya dan sinar iman adalah banyak berpikir” (Kitab ad-Durrul Mantsur, Jilid II, hlm. 409).

Semakin kita banyak berpikir tentang kebesaran Allah swt dan mengkaji Islam lebih dalam, lambat laun cahaya keimanan kita akan semakin bersinar. Makanya ikut ngaji. Kedua, perbanyak ibadah dan jauhi maksiat. Rasul pernah bilang, ”iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang”. Rasul juga bilang, “iman bertambah dengan taat, dan iman bekurang dengan maksiat”. Makanya kita kudu getol beribadah, baik yang sunat apalagi yang wajib.

Dan jangan lupa, jauhi pelaku maksiat juga tempat maksiat. Biar kita nggak kebawa-bawa sesat. Ketiga, bergaul dengan orang-orang alim. Perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh teman dekatnya. Makanya, sering-sering deh ngumpul dengan teman yang bisa mengajak kita untuk tetap taat dan mengingatkan kita agar jauh dari maksiat. Dengan begitu, tanki semangat kita untuk istiqomah selalu terisi penuh. Emang nggak mudah menjadikan ridho Allah swt di atas pertimbangan materi, kepentingan keluarga, atau solidaritas teman.

Tapi percaya deh, Allah swt pasti akan mengganti setiap pengorbanan kita dengan kebaikan dunia akhirat. Bukan cuman untuk kita, tapi juga untuk keluarga, teman, dan orang-orang yang kita sayangi. So, hari gini masih jadi bunga dakwah? Ya iyalah masa ya iya dong! []

Harta 4 Orang Terkaya Indonesia Lebih Besar dari 100 Juta Rakyat Termiskin
Oxfam mengatakan ketidakstabilan sosial dapat meningkat jika pemerintah tidak menanggulangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin.

Sebuah laporan mengenai ketimpangan di Indonesia memperlihatkan bahwa empat pria terkaya di negara ini memiliki harta lebih besar dibandingkan yang dimiliki 100 juta rakyat termiskin.

Laporan yang dirilis hari Kamis (22/2) oleh Oxfam itu mengatakan bahwa Indonesia, dengan populsi lebih dari 250 juta, ada di peringkat enam dalam hal ketidaksetaraan terburuk di dunia. Di wilayah Asia, hanya Thailand yang lebih tidak setara.

Lembaga itu menyalahkan “fundamentalisme pasar” yang telah memungkinkan orang-orang terkaya untuk mendapatkan sebagian besar keuntungan dari pertumbuhan ekonomi yang kuat, konsentrasi kepemilikan lahan dan ketidaksetaraan gender yang mengakar selama hampir dua dekade terakhir.

Pengembalian investasi kekayaan hanya satu dari keempat orang terkaya itu, yang menurut daftar orang-orang kaya Forbes termasuk taipan-taipan rokok Budi Hartono, Michael Hartono dan Susilo Wonowidjojo, dapat menghapus kemiskinan ekstrem dalam setahun.

Laporan itu mengatakan kemiskinan ekstrem, yakni pendapatan harian kurang dari US$1.90 atau Rp 25.000, telah turun drastis sejak tahun 2000 tapi 93 juta rakyat Indonesia masih hidup dengan kurang dari Rp 28.000 per hari, yang masuk ke dalam garis kemiskinan moderat menurut definisi Bank Dunia.

Oxfam mengatakan ketidakstabilan sosial dapat meningkat jika pemerintah tidak menanggulangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah mengatakan bahwa pengurangan ketidaksetaraan adalah salah satu prioritas utama pemerintahannya. Sebuah survei Bank Dunia tahun 2015 menunjukkan tingginya tingkat keprihatinan publik mengenai kesenjangan kekayaan.

Laporan itu mengatakan pengumpulan pajak Indonesia adalah yang terendah kedua di Asia Tenggara dan sistem pajak “gagal memainkan peran penting dalam mendistribusikan kembali kekayaan.”

Untuk meningkatkan pengumpulan pajak, agar anggaran rendah untuk layanan-layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan dapat ditingkatkan, Indonesia memerlukan tingkat pajak yang lebih tinggi untuk kelompok-kelompok berpendapatan tertinggi, pajak warisan yang lebih tinggi dan pajak kekayaan baru, menurut laporan itu.

Mengatasi pengemplangan pajak juga penting, kata Oxfam, mengutip data Dana Moneter Internasional yang menunjukkan bahwa $101 miliar mengalir dari Indonesia ke surga-surga pajak tahun 2015. (voaindonesia.com, 23/2/2017)

Kebalik, Harusnya Pemerintah yang Ancam Freeport Enyah dari Indonesia
Freeport mengancam Jokowi akan membawa kasus pelarangan ekspor konsentrat (yang mengandung emas dan belasan mineral berharga lainnya) ke arbitrase internasional bila dalam 120 hari sejak 12 Januari 2017 tetap hanya mewajibkan mineral yang telah dimurnikan (dismelter) saja yang boleh diekspor.

Mestinya pemerintah itu yang mengancam Freeport karena negara ini berdaulat dan  mempunyai aturan. Karena aturan tersebut tidak bisa dipenuhi oleh Freeport maka dalam jangka waktu sekian, Freeport harus enyah dari Indonesia.  Jadi jangan sebaliknya, malah negara yang diancam Freeport,” tegas Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rokhmat S Labib kepada mediaumat.com, Rabu (22/2/2017).

Rokhmat juga mengingatkan, negara ini sedang dijajah, bukan hanya oleh negara asing tetapi juga oleh korporasi. Bukan hanya rakyat, pemerintah juga harus sadar, negeri ini sedang dijajah. Maka semua elemen bangsa harus bahu membahu melawan penjajahan ini.

Dulu, para pahlawan dengan gagah berani melawan penjajahan. Sekarang kok hanya satu perusahaan Freeport saja pemerintah tunduk, itu namanya mengkhianati perjuangan para pahlawan,” ujarnya bila pemerintah menuruti maunya Freeport.

Menurut Rokhmat, kasus ini menjadi bukti bahwa liberalisme itu betul-betul menjadi pintu bagi penjajahan. Salah satu bentuk liberalisme adalah memberikan kesempatan kepada swasta atau pun asing untuk menguasai tambang yang depositnya besar. Maka, bila liberalisme tambang ini diberlakukan, yang dapat mengeksploitasinya adalah perusahaan-perusahaan besar yang memiliki modal besar, bahkan sampai negara pun bisa kalah.

Kalau liberalisasi ini terus diberlakukan, maka jangan harap kekayaan negara ini akan dinikmati rakyat banyak. Tapi sebaliknya, karena akan terus dieksploitasi, dirampok, dikeruk demi kepentingan asing. Ini yang terjadi.  “Oleh karena itu, bangsa ini harus segera sadar, bahwa sumber persoalan negara ini adalah liberalisme dan imperialisme,” simpulnya.

Ia juga mempertanyakan keberpihakan kelompok-kelompok yang alergi terhadap syariah Islam.  “Mana itu, suara-suara yang selama ini mengatakan NKRI harga mati? Mana itu suara-suara nasionalisme? Jelas-jelas perusahaan asing merongrong dan merampok kekayaan negara ini, tetapi mereka malah diam saja. Anehnya, suara-suara NKRI harga mati, nasionalisme disuarakan untuk melawan perjuangan penegakkan syariah Islam. Maka, mereka ini perlu diragukan, bukannya anti penjajahan tetapi sebenarnya anti syariah Islam,” kritiknya.

Padahal, lanjut Rokhmat, syariah Islam itu justru yang memberikan solusi untuk melawan penjajahan. Terkait pertambangan misalnya, dalam Islam pertambangan yang depositnya  melimpah merupakan kepemilikan umum (milkiyah ammah). Wajib dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat —salah satunya dengan pendidikan dan kesehatan gratis. Haram hukumnya pengelolaan tambang yang melimpah tersebut diserahkan kepada swasta apalagi asing.

Hukum Islam tersebut jelas dan tegas mencegah liberalisme dan imperialisme !” pungkasnya. (mediaumat.com, 22/2/2017)

Saksi Ahli Sidang Ahok Nyatakan Non-Muslim Dilarang Tafsirkan Alquran
Ahli agama Islam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar menegaskan orang yang beragama non-Muslim dilarang untuk menafsirkan isi Alquran. “Yang diperbolehkan hanya ahli agama Islam saja, itu saja masih bisa diperdebatkan,” kata Miftachul dalam sidang kesebelas kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/2).

Miftachul menjelaskan terdapat dua kesalahan yang dilakukan Ahok, yaitu menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 51 sebagai orang non-Muslim dan memengaruhi masyarakat dengan menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

Selain Miftachul, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga dijadwalkan memanggil ahli agama Islam lainnya Yunahar Ilyas dan ahli pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Sementara menurut Pasal 156a KUHP, pidana penjara selama-lamanya lima tahun dikenakan kepada siapa saja yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia. (republika.co.id, 21/2/2017)

Freeport Beri 120 Hari Bagi Jokowi untuk Patuhi Kontrak Karya
Freeport McMoran Cooper & Gold Inc. secara resmi menyatakan bahwa perusahaan memberi waktu kepada pemerintah selama 120 hari ke depan untuk mempertimbangkan kembali poin-poin perbedaan antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait pemberian izin rekomendasi ekspor berdasarkan ketentuan Kontrak Karya (KK).

Chief Executive Officer Freeport McMoran Richard Adkerson mengatakan, waktu selama 120 hari terhitung sejak pertemuan terakhir antara PTFI dan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berlangsung pada Jumat lalu (17/2).

Bersamaan dengan hal ini, Adkerson membantah bahwa perusahaan tambang yang beroperasi di Grasberg, Papua itu tak akan melangkah ke jalur pengadilan internasional atau arbitrase dalam waktu dekat. Namun, perusahaan menyiapkan langkah arbitrase bila dalam 120 hari ke depan tak dapat memecahkan perbedaan dengan pemerintah.

Jadi, hari ini Freeport tidak melaporkan arbitrase tapi kita memulai proses untuk melakukan arbitrase. Jika tidak dapat menyelesaikan perbedaan itu dengan pemerintah,” ujar Adkerson dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (20/2).

Pengajuan arbitrase, lanjut Adkerson, layak ditempuh oleh perusahaan karena menilai bahwa pemerintah Indonesia tak konsisten dalam menjalankan aturan hukum yang telah dibuatnya sendiri, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

PTFI bersikukuh bahwa pemerintah tak dapat mengubah ketentuan hukum dan fiskal yang telah berlaku dalam KK menjadi ketentuan berdasarkan status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) karena berdasarkan UU Minerba, KK tetap sah berlaku selama jangka waktunya.

Di samping itu, PTFI menegaskan bahwa perusahaan tak bisa mengubah ketentuan hukum usaha yang telah disepakati oleh PTFI dan pemerintah dengan alasan menjaga keberlangsungan investasi, pengoperasian, dan pengerjaan tenaga kerja.

Kami tidak dapat melepaskan hak-hak yang diberikan KK yang merupakan dasar dari kestabilan dan perlindungan jangka panjang dari perusahaan kami dan vital terhadap kepentingan jangka panjang para pekerja dan para pemegang saham kami,” kata Adkerson.

Belum lagi, kata Adkerson, pemerintah sebenarnya telah memberikan jaminan terkait penjanjian investasi yang disepakati bersama bahwa PTFI dan pemerintah akan menjalankan ketentuan KK. Adapun jaminan yang dimaksud merupakan surat jaminan dari Menteri ESDM sebelumnya, Sudirman Said, yang dikeluarkan pada 7 Oktober 2015 silam.

Untuk itu, Freeport McMoran bersama PTFI meminta pemerintah agar dapat segera mengeluarkan keputusan terkait hal ini. Pasalnya, kepastian hukum ini menjadi sumber utama keberlangsungan operasi PTFI di Indonesia, yang sejak 12 Januari 2017 lalu kian tak menentu, bersamaan dengan pemberhentian pemberian izin ekspor kepada PTFI.

Imbasnya, sejak saat itu pula, operasional PTFI berkurang sebanyak 60 persen. Sebab, larangan izin ekspor membuat pasokan PTFI tak dapat ditampung. Sementara, fasilitas pengolahan atau smelter Freeport yang terletak di Gresik, Jawa Timur, hanya mampu menyerap sebanyak 40 persen konsentrat yang dihasilkan.

Ini pula, sambung Adkerson, alasan PTFI mengeluarkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pemangkasan jumlah tenaga kerja menyusul pengurangan produksi. Sehingga, PTFI menekankan bahwa rencana PHK tersebut bukan alat yang digunakan PTFI untuk menekan pemerintah Indoensia.

Kami harus mengurangi biaya operasi yang normalnya menghabiskan US$2 miliar setiap tahun dan kami harus pula mengurangi jumlah karyawan,” tegas Adkerson. (cnnindonesia.com, 20/2/2017)

Almarhum Syaikhuna Simbah KH Masrur Afandi : Kyai Sepuh Pendukung Perjuangan Khilafah
Berita duka tersiar dari Bumi Jihad Diponegoro, Grabag, Purworejo, Jawa Tengah.  Telah wafat salah seorang kyai sepuh pendukung perjuangan syariah dan khilafah, KH Masrur Afandi, teriring doa allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu..waj’al jannata matswahu. Aamiin.

Kyai Masrur  adalah sosok kyai sederhana pengasuh  Pondok Pesantren Al – Anshory Tulusrejo Grabag Purworejo, Jawa Tengah. Beliau pernah menjadi Mustasyar NU Purworejo ( 2009-2014 ). Dalam beberapa kesempatan, beliau mempersilakan Ponpesnya digunakan sebagai tempat kegiatan yang diselenggarakan  DPD II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Purworejo. Lebih dari itu,  beliau pun mendukung Hizbut Tahrir dalam usahanya untuk dakwah melanjutkan kehidupan Islam dengan tegaknya Khilafah Islamiyah.

Pada 2010, Kyai Masrur menjadi salah satu pembicara  dalam kegiatan  Tabligh Akbar  yang diinisiasi oleh HTI Purworejo. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa hanya dengan penerapan syariah Islam secara kaafah yang akan bisa menyelesaikan persoalan negeri ini.  Masih di tahun yang sama bertempat di Ponpes yang beliau ampu, HTI Purworejo menyelenggarakan Silaturahmi HTI bersama Ulama dan Tokoh. Dalam sambutannya,  Kyai Masrur menjelaskan bahwa berbagai kemaksiatan dan kerusakan yang melanda negeri ini akibat tidak diterapkannya syariah Islam secara kaffah.

Dalam kesempatan lain, dalam agenda temu Ulama dan Asatidz, secara lebih khusus Kyai MAsrur menyampaikan di hadapan 100-an ulama bahwa  beliau mendukung perjuangan HTI untuk menegakkan Khilafah Islam.

Selamat jalan Guru Umat Pendukung Perjuangan Khilafah.

Persidangan Penista Agama: Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Tegaskan Ahok Mencampuri Ranah Agama Islam dan Menista Agama
Saksi Ahli yang juga merupakan Wakil Rais Aam PBNU menegaskan Ahok telah menistakan agama Islam dan mencampuri urusan umat Islam. KH Miftahul Akhyar menyatakan kalimat yang diucapkan terdakwa Ahok telah memasuki wilayah umat Islam, meskipun ditujukan untuk mengonter lawannya di Pilkada.

Jangan diputer dan dibawa kemana-kemana, kalimat terdakwa sudah memasuki ranah agama Islam, Ahok memasuki ruang lain, jadi ucapan itu menyakiti dan menista,“ tegas Miftahul di sidang kasus dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Agama, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017).

Menurut KH Mifahul, pidato Ahok di Kepulauan Seribu sudah loncat pagar.

Loncat pagar, kunjungan kerja tapi membahas pilkada,” ujarnya.

Pengurus PB NU ini juga menegaskan terdakwa Ahok telah menista agama karena mengganggap Al Qur’an surah Al Maidah itu seakan-akan membohongi.

Seseorang yang boleh menyampaikan isi kandungan ayat alquran adalah ulama. Sedangkan ulama tidak mungkin berbohong ketika mengutip ayat alquran,” tegasnya.

KH Miftahul sebelum sidang diskors, menambahkan kenapa banyaknya ulama yang turun dalam kasus ini karena merupakan kewajiban ulama.

Kewajiban ulama untuk meluruskan apabila ada penyesatan terhadap agama Islam,” ujarnya. (mediaumat.com, 21/2/2017)

Cinta dan Perjuangan
Dakwah Banyumas. Bicara cinta itu sungguh tak ada habisnya. Itulah yang mungkin dirasakan kita semua, baik tua maupun muda. Karena cinta bukan bicara kecantikan dan ketampanan yang akan habis termakan usia, bukan pula bicara kekayaan yang semua dapat dicabut oleh Sang Maha Kuasa, bukan pula bicara kebohongan dalam mencinta, ingatkah kita dengan pepatah lama “Sepandai pandai tupai melompat, pasti jatuh pula” ya, cinta tidak sesederhana yang kita bayangkan, tidak sesimpel dan semudah yang banyak orang bicarakan, karena :
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [QS.al-An'am/6: 116]
Dewasa ini, orang sangat mudah mendefinisikan cinta hanya sekedar romantisme antara pria dan wanita. Terlebih, romantisme yang dibangun berkat suguhan kisah kisah percintaan ala hollywood, dimana cinta hanya di definisikan sekedar pemuas nafsu belaka, hanya bicara kecantikan luar yang hal tersebut ternyata hasil ‘vermak’ Atau hasil suguhan kisah romantisme ‘mewekisme’ ala korea, dimana mereka merelakan jiwa dan raga, tapi anehnya banyak akhirnya cerita itu sad ending bahkan berakhir tragis. Tapi, kenapa ini masih laku? Apakah karena romantisme ‘mewekiisme’? yang menina bobokan, melempar lempar perasaan bagai bandul? Jadi, apakah saya salah bila saya menyimpulkan bahwa cinta adalah sebuah permainan? Ya permainan dalam memainkan hati seorang manusia? Semudah itukah? Sungguh tak beradab bila itu yang terjadi.  

Disisi lain, saya terperanjat dengan ‘kisah cinta dalam perjuangan’. Ya, memang saya rasa bila membahas hal yang tlah saya jabarkan diatas tadi, sungguh itu merupakan ketidakproduktifan. Kisah cinta dalam perjuangan ini memang saya baru ketahui setelah saya membaca beragam cerita, berbagai pejuang, cerita ulama terdahulu, bahkan ada cerita yang sudah kita ketahui namun terkadang kita tidak merasakan itu, ya itu adalah kisah cinta dalam perjuangan yang disugguhkan oleh Nabi Muhammad SAW bersama dengan Istrinya, Khadijah Ra. 

Kisah Perjuangan tentu bukan suatu jalan yang mulus. Itu ‘mafhum mukhalafahnya’. Ketidakmulusan Ini tidak terpatok pada perjuangan yang dibangun oleh kamu muslim, hampir semua yang diperjuangkan itu adalah sebuah aktivitas yang melawan ‘mainstream gerak’, maka akhirnya wajar tidak semua orang mau dan ingin ikut berjuang. Namun, tentu bagi seorang muslim memperjuangkan sebuah ketidakproduktifan akan berakhir sia sia, apalagi memperjuangkan sebuah kemaksiatan tentu hanya berujung pada siksaNya kelak.

Terkadang muncul sebuah pertanyaan dibenak saya. “mengapa mereka mau berjuang, bahkan raga dan jiwa pun siap tuk digadaikan demi sebuah surga yang bahkan mereka pun tak pernah memasuki nya?” Apa sebenarnya yang membuat mereka rela melakukan itu semua? Kenapa mereka tak seperti orang pada umum nya? yang mencari ‘jalan tengah’ untuk ‘keamanan’ kehidupan dan penghidupan yang sesaat didunia ini? serta beragam pertanyaan lain yang bersliweran dibenak saya.  

Lagi lagi saya beru berhasil mendapatkan jawaban ini “because of love”. Ya, mungkin terlihat simpel dibanding pengorbanan yang tlah mereka lakukan. Tapi, saya coba mendalami arti dari cinta itu apa. Tentu bukan mengikuti titah para penyair percintaaan ala barat dan korea. Sungguh tak beradab berbicara cinta dengan mereka. Bertemulah saya dengan berbagai syair syair ulama, yang salah satunya adalah yang diucapkan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin yang salah satu syair nya sebagai berikut :
Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah
Ternyata dengan ketinggian cinta, seorang mujahid dapat menjadi kan akalnya suci dan rasional, menghilangkan kekhawatiran yang muncul dilubuk hatinya, memunculkan keberanian berlipat lipat kali dari sediakala. Dan tentu, kecintaaan ini bukan lah cinta biasa, tapi sebuah kisah percintaan hakiki antara seorang hamba dengan yang Khalik. Dimana, dia merindukan bertemu dengan Sang Khalik. 

Hal ini tentu sejalan dengan Hadist dari Abu Hurairah riwayat Muslim, Rasulullah bersabda :
"Sungguh kelak di hari kiamat Allah akan berfirman, “Dimana orang orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naungan-Ku diasaat tidak ada naungan selain naungan-Ku.
Cinta Ini pula yang mendasari seorang muslim berani mempertaruhkan jiwa raganya, kerana menginginkan nikmatnya keimanan, seperti dalam hadist dari Anas bin Malik yang dikeluarkan oleh al-Bukhari, Rasulullah SAW, bersabda:
Siapapun tidak akan merasakan manisnya iman, hingga ia mencintai seseoarang tidak karena yang lain kecuali karena Allah semata
Maka, jangan heran bila kerasionalan itu tidak dapat dirasakan oleh orang orang yang tidak berakidah islam. Karena sejatinya kekuatan cinta dalam perjuangan ini muncul kerana akidah islam yang kuat menghujam dalam sanubari seorang muslim. Dan tentu, bicara cinta hakiki yaitu cinta antara seorang hamba kepada Sang Khalik membutuhkan sebuah pembuktian. Pembuktian ini tak cukup dengan kita ‘membaikan’ diri, tidak cukup kita saja yang  baik, tapi pembuktian ini membutuhkan perjuangan untuk membersamai kebaikan di tengah tengah umat.

Tak lain dan tak bukan adalah dengan melakukan aktivitas dakwah, sebuah perkataan terbaik di Bumi.
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?". [TQS Fushilat [41]: 33]
Maka, wujud  kecintaan dalam perjuangan yang seharusnya ditempuh oleh seorang muslim hanya satu yaitu hanya dengan meleburkan diri dalam aktivitas berdakwah.

Wallahu A’lam Bishowab

M. Imaduddin Siddiq (Aktivis GEMA Pembebasan Daerah Purwokerto)
Purwokerto, 10 Januari 2017.

Referensi :
  • Kitab Min Maqawimat Nafsiyah Islamiyaah karya Syaikh Taqiyuddin An  Nabhani
  • Kitab Risalatul Muhibbin karya Ibnu Qayyim al Jawziyyah
  • Al Qur’annul Karim

Pemuda Muslim dan Perjuangan Islam
Dakwah Banyumas. Setiap pergantian tahun, tentu banyak harapan-harapan besar yang berkembang. Tak terkecuali bagi masyarakat. Masyarakat tentu berharap di tahun 2017 ini, beban hidup mereka sedikit lebih ringan. Namun, alih alih beban hidup yang sedikit berkurang, justru kado pahit awal tahun yang pemerintah hadiahkan yang semakin menambah sengsara rakyat secara umum. Lihat saja, beragam barang-barang kebutuhan semakin melambung tinggi. Mulai dari bahan pokok pangan, seperti cabai yang harganya hingga menembus Rp. 250.000,- per kilogramnya, ditambah dengan kenaikan harga beras rata-rata berkisar Rp.200 hingga Rp.500 per kilogram untuk jenis kualitas medium dan premium, tak hanya beras, gula pasir pun ikut naik dari Rp. 12.500 menjadi 12.750 per kilogram, tak lupa pula, kenaikan harga telur ayam ras pun ikut naik. Ditambah, kenaikan biaya pengurusan STNK, kenaikan BBM, kenaikan tarif listrik, belum ditambah permasalahan multidimensi yang masih menggantung dan belum terselesaikan ketika memasuki tahun 2017 ini. Hal itu menjadi dasar bahwa Indonesia sedang didera krisis multi dimensi, kerusakan sistemik. Oleh karena itu, Indonesia butuh solusi sistemik pula tuk menyelesaikan kerusakan sistemik ini.

Krisis multi dimensi yang terus mendera negeri Indonesia ini sejatinya adalah buah dari penerapan sistem sekulerisme-kapitalisme, dengan penerapan ‘slogan’, “suara mayoritas adalah suara tuhan” menjadi sebuah resep yang sangat mematikan. Ini pula yang ternyata telah Allah Swt peringatkan kepada kita semua.
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS.Thaha: 123-124)
 Imam Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan kata berpaling dari peringatan-Ku adalah tidak mengikuti dan berpaling dari Kitabullah, serta kata, “penghidupan yang sempit” adalah mengakibatkan baginya ketika didunia tiada ketenangan dan kelapangan. Tentu ini lah buntut tidak diterapkannya Kitabullah sebagai pedoman hidup dalam kehidupan kita, padahal hal tersebut merupakan sebuah kewajiban. Penerapan syariah islam adalah hal yang asasi bagi seoarang muslim.
Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah Swt, dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan kamu terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik” (TQS. AL Maidah [5]: 49).
Pemuda, sebagai salah satu entitas yang memiliki tanggungjawab besar dalam mengemban sebuah perubahan, sejatinya haruslah turut serta dalam perjuangan melawan kedzaliman yang nyata ini. Memberikan penyadaran ditengah tengah umat. Sekaligus memberikan solusi akan adanya permasalahan sistemik yang terjadi. Sepaket dengan pemuda, gerakan mahasiswa seharusnya menjadi motor dalam perjuangan tuk menyelesaikan persoalan ini.

Namun sayangnya, tak jarang, ada pula pemuda muslim yang menolak tuk mengembalikan solusi kepada Islam. Mereka lebih senang berkiblat kepada Barat, lebih senang berkiblat kepada Adam Smith, mencari solusi ala Karl Max, serta Para Pemikir Barat yang bernafaskan kapitalis-sekuler maupun sosialis-komunis. Padahal jelas, hukum yang diadopsi dari mereka adalah tertolak dalam Islam. Tak jarang pemuda muslim, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Islam, bahkan mencemooh ketika ada yang mencoba menyuarakan penerapan Syariah Islam sebagai solusi konkrit lagi mendasar pada krisis multi dimensi yang terjadi. Padahal apakah mereka tahu, hukum siapa-kah yang lebih baik? Allah Swt pun menantang mereka yang congkak dalam ayatnya.
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agama-Nya)?” (TQS. AL Maidah [5]: 50)
Maka, sebagai pemuda muslim, yang dimana tanggungjawab besar ini dipikulnya tidak akan tinggal diam. Mereka akan terus melawan ketidak adilan, melawan kesewang-wanangan, dan melawan apa yang menyalahi Allah Swt dan Rasul-Nya. Mereka akan bergerak, mengingatkan penguasa dzalim yang semakin hari semakin memeras rakyatnya. Mereka tak hanya mengkritik dan memperjuangankan untuk menuntut dihapuskannya kedzaliman, namun mereka juga mengemban dan menyampaikan sebuah misi besar. Misi yang menjadi sebuah solusi mendasar ditengah krisis multi dimensi yang terjadi. Misi yang jua menjadi kebutuhan asasi bagi seorang muslim yaitu penerapan Syariah Islam dalam bentuk Khilafah, yang tidak hanya menjadi jaminan diturunkannya Rahmatan Lil’alamin, namun lebih dari itu, perjuangan penerapan Syariah dalam bentuk Khilafah adalah merupakan panggilan keimanan yang inshaAllah hanya lahir dari jiwa-jiwa yang ikhlas dan tulus dalam berjuang, yang hanya mengharapkan RidhoNya dalam segala perjuangannya. Takbir! [].

Wallahu’alam bishowab.

M. Imaduddin Siddiq (Aktivis GEMA Pembebasan Daerah Purwokerto)
Purwokerto, 10 Januari 2017. 

Ingin diskusi lebih lanjut dengan kami?
  • Arief :+62 857-7977-6855 (Ketua GEMA Pembebasan Daerah Purwokerto).
  • Mulki H : 0812-1448-5042 (GEMA Pembebasan Komsat IAIN)
  • Yoppie : +62 895-1028-6956 (GEMA Pembebasan Komsat Unsoed)

Pustaka Jalanan (Pusjal) Gema Pembebasan Purwokerto
Minggu, 19 Februari 2017, bertempat di Alun Alun Purwokerto, Gema Pembebasan Purwokerto kembali mengadakan Pustaka Jalanan (Pusjal) yang bertemakan, "Melanjutkan Agenda Umat : Mewujudkan Kepemimpinan Syari'"

Pada pusjal juga disediakan beragam bacaan dan majalah untuk meningkatkan minat membaca dan literasi ummat. Sekaligus sebar Al Islam di Alun-Alun Purwokerto.

Yuk, terus gelorakan-sampaikan dakwah Islam

Peduli dengan generasi HTI DPD II Banyumas melakukan audiensi ke KEMENAG
Dakwah Banyumas. Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan generasi yang semakin kompleks dan tak kunjung memiliki solusi, DPD II Hizbut Tahrir bersama Muslimah HTI DPD II Banyumas melakukan Audiensi ke Kepala Kantor KEMENAG Kabupaten Banyumas, Drs. H. Bambang Sucipto M.Pd.I di kantornya, Kamis (16/2/ 2017).

Delegasi HTI yang dipimpin oleh Ustadz Jadi Wiryono, S.Sos tersebut dibuka dengan menyampaikan problem generasi muda berupa kenakalan remaja, pergaulan bebas, kasus Narkoba dll yang semakin Parah. Selanjutnya dipaparkan pula oleh Ustadzah Asti bahwa para pendidik hanya bisa menangani setelah ada kasus yang menimpa korban. Oleh karena itu beliau mengajak KEMENAG Kab. Banyumas untuk bergandeng tangan untuk menangani masalah tersebut. 

Sementara itu Uztazah Robi sebagai wakil MHTI menyampaikan bahwa pendidikan Islam telah menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting dan menjadi solusi bagi problematika yang ada. Beliau mengharapkan Pendidikan islam yang dimotori oleh Kemenag bisa lebih mendominasi lahan pendidikan dimasyarakat.

Ustadzah Puji sebagai pendidik juga menyampaikan pentingnya kerjasama yang baik antara penyelenggara pendidikan dengan ORMAS, dan mengharap dukungan dari Kemenag terhadap kegiatan di masyarakat.

Bapak Drs. H. Bambang Sucipto M.Pd.I sangat bergembira atas kunjungan dari Keluarga Hizbut Tahrir, dan menyampaikan jangan sampai kita terjebak dalam organisasi ilegal. Beliau juga sangat mendukung dan menyampaikan bahwa tanggung jawab memperbaiki masyarakat adalah trugas bersama, namun jangan sampai hanya sekedar memiliki konsep tanpa metode yang benar. walaupun umat Islam di Indonesia sekitar 80 %, namun pemahaman agama dan ketaatan terhadap perintah Allah masih memprihatinkan.

Ustadz Dodon juga menyampaikan bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi legal dan formal dengan mengantongi ijin dari KEMENKUMHAM sebagai Badan Hukum Perkumpulan. Aktifitasnya sebagai Partai Politik salah satunya adalah melakukan edukasi di masyarakat agar Islam difahami oleh umatnya secara kaffah dan diterapkan secara murni dan konsekuen secara legal dengan metode yang mencontoh Rosulullah SAW, yaitu dakwah.

Pada akhir kunjungan, Ustadz Jadi Wiryono, S.Sos juga menyampaikan rasa terimakasih dan beliau berharap agar bisa ada kerjasama dan kunjungan lagi di waktu yang akan datang.
Diberdayakan oleh Blogger.