Tampilkan postingan dengan label Yuk Ngaji. Tampilkan semua postingan

Puasa Gadget Yuk !
Pada pagi yang cerah, saya tengah khidmat mengerjakan PR yang belum sempat dikelarin kemarin malam. Menit demi menit berlalu, namun tiba-tiba..

Beep.. beep!.. Beep.. beep!

Wah ada SMS masuk. Akhirnya saya meraih Smartphone dari atas meja dan membalas SMS masuk tersebut. Hemm… sekitar 5 menit saya pun kembali ke pekerjaan semula, melanjutkan PR. Eh, sampai mana tadi ya? Butuh waktu beberapa menit untuk kembali mengingat dan berkonsentrasi. Waktu pun berlalu. Lagi-lagi terdengar bunyi biiip biipp. Huff, apa lagi sih? Oh, ada twit baru. Bukan sekedar ngebuka, akhirnya saya pun tergoda buka timeline, ngoprak-ngoprek isinya. Ketawa baca twit lucu, emosi dengan info-info kriminal dan perasaan lainnya ikut terkocok. Selain twitter, saya pun ngebuka Facebook, ngecek WhatsUp, seru-seruan ngeblog. So, apa yang terjadi selanjutnya? Akhirnya PR yang tadinya mau dikerjain malah gagal selesai, total. Kebanyakan diinterupsi oleh social media. Ternyata gadget bukan Cuma menawarkan fitur-fitur keren, melainkan bisa jadi jebakan bagi yang tak tahan godaan.

Puasa Gadget Yuk !
Gadget didefinisikan sebagai suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Gadget dianggap dirancang secara berbeda dan lebih canggih dibandingkan teknologi normal yang ada pada saat penciptaannya (Wilkipedia). Misalnya Handphone sekarang bukan Cuma dipakai buat SMS or nelpon doang melainkan bisa liat youtube, chat atau surfing sepuasnya. Pada dasarnya, keberadaan gadget telah membantu memudahkan kita dalam menjalani tugas. Entah itu tugas kuliah, hubungi teman, main game bahkan bayar tagihan telepon cukup dengan satu alat. Nah, karena serunya alat ini, gadget bisa bikin kita lupa diri juga loh. Misal ; tadinya asyik ngerjain tugas malah nge-gadget. Atau kita tersibukkan untuk pajang foto ‘selfie’, upload sana-sini. Lupa, bahwa kita ini muslimah yang harus dijaga kehormatannya. Pajang foto sebagai profil diri sah-sah aja, tapi kalau sampai narsis dan nagih, itu sudah lain ceritanya. Sesuatu yang berlebihan itu pasti ujung-ujungnya bawa keburukan. Iya kan, sist?

Ternyata oh Ternyata
Mengejutkan! Aktivitas yang terganggu oleh gadget ternyata punya dampak yang ngga maen-maen. Setiap org yang pekerjaannya sering terinterupsi, dikatakan mengalami penurunan tingkat IQ hingga 10 poin. Dan jangka panjangnya, bisa berdampak pada kesehatan yg bersumber dari stres akibat information overloaD. Puasa gadget akan membuat kita lebih fokus, menikmati pekerjaan dan tentu lebih fresh. Jangan sia-siakan waktumu gara-gara pekerjaan yang terlalaikan akibat penggunaan gadget yang kurang bijaksana. Mumpung masih sehat, masih muda dan masih punya ini-itu, maka pergunakanlah sebaik-baiknya ya. Rasulullah SAW bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits shahih). Selamat puasa gadget ya, semoga waktu hidup yang tersisa ini penuh keberkahan!

Tips Puasa Gadget
Berikut ini beberapa jalan supaya puasa gadget terasa menyenangkan!
  • Ketika sedang bekerja (terutama pekerjaan yang memerlukan konsentrasi), maka matikan gadget atau jauhkan dari jangkauan sehingga tidak kedengeran sama sekali
  • Buang fitur atau aplikasi senada dari gadget. Misalnya: udah punya BBM dan WhatsUp, maka ngga perlu heboh download aplikasi sejenis semisal Line, KakaoTalk, WeChat dan lainnya
  • Nonaktifikan sinkronasi, supaya kalau ada hal-hal baru, pekerjaan kita tidak terinterupsi. Aktifkan kembali setelah kita selesai mengerjakan tugas.
  • Pilih teman-teman yang selalu memotivasi untuk lebih baik dan mengingatkan jika tersalah
  • Puasa gadget bukan berarti ngga pake sama sekali loh. Melainkan mengelola dan mengatur penggunaan gadget secara bijaksana. Inga… inga… ting!! [Alga Biru]

Agar Bunga Dakwah Tetap Segar
Dakwah Banyumas. Kemauan yang kuat udah tentu nggak datang dengan sendirinya. Tapi dibangun dari sebuah pemahaman yang menyulap keraguan kita menjadi kebulatan tekad. Semangat kita jadi nggak setengah-setengah, tapi basah kuyup sekalian. Untuk melahirkan kemauan yang keras, mau nggak mau kita mesti bergerak. Karena berdiam diri hanya akan membekukan hati dan memasung langkah kita. Dan bunga dakwah bisa layu sebelum berkembang.

Agar bunga dakwah tetap mekar dan menebar kebaikan, berikut tipsnya: Pertama, banyak berpikir. Para sahabat, generasi awal kaum Muslimin yang berhasil dididik Rasulullah saw. mengaitkan aktivitas berpikir dengan keimanan. Mereka menjelaskan bahwa, “Cahaya dan sinar iman adalah banyak berpikir” (Kitab ad-Durrul Mantsur, Jilid II, hlm. 409).

Semakin kita banyak berpikir tentang kebesaran Allah swt dan mengkaji Islam lebih dalam, lambat laun cahaya keimanan kita akan semakin bersinar. Makanya ikut ngaji. Kedua, perbanyak ibadah dan jauhi maksiat. Rasul pernah bilang, ”iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang”. Rasul juga bilang, “iman bertambah dengan taat, dan iman bekurang dengan maksiat”. Makanya kita kudu getol beribadah, baik yang sunat apalagi yang wajib.

Dan jangan lupa, jauhi pelaku maksiat juga tempat maksiat. Biar kita nggak kebawa-bawa sesat. Ketiga, bergaul dengan orang-orang alim. Perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh teman dekatnya. Makanya, sering-sering deh ngumpul dengan teman yang bisa mengajak kita untuk tetap taat dan mengingatkan kita agar jauh dari maksiat. Dengan begitu, tanki semangat kita untuk istiqomah selalu terisi penuh. Emang nggak mudah menjadikan ridho Allah swt di atas pertimbangan materi, kepentingan keluarga, atau solidaritas teman.

Tapi percaya deh, Allah swt pasti akan mengganti setiap pengorbanan kita dengan kebaikan dunia akhirat. Bukan cuman untuk kita, tapi juga untuk keluarga, teman, dan orang-orang yang kita sayangi. So, hari gini masih jadi bunga dakwah? Ya iyalah masa ya iya dong! []
Diberdayakan oleh Blogger.